Mulai Edisi 3 dilengkapi VCD
Harga langganan tetap! Rp. 9.900.-
Eceran Rp. 14.500.-
Luar Jawa dan Sumbar tambah ongkos kirim
Berlangganan?
Klik di sini
|

|
Tentang Majalah TitianKaba, Media Silaturahmi Urang Awak
Landasan Pemikiran
Etnis Minangkabau adalah salah satu dari sekian banyak
etnis yang ada di Indonesia. Dari dulu hingga sekarang etnis Minang identik
dengan "merantau", sehingga hampir dapat dikatakan bahwa setiap rumah
yang ada di Minangkabau atau Sumatera Barat mempunyai kerabat yang pergi
merantau ke luar dari wilayah Sumatera Barat. Boleh dikata, urang awak
tersebar di seluruh wilayah nusantara bahkan ke mancanegara. Diperkirakan
orang Minang yang ada di ranah dan rantau sekarang sekitar 12 juta orang,
dan yang ada di ranah Minang lebih kurang 4 juta orang.
Dengan bertebarnya para perantau Minang di seantero Nusantara dan jagad
raya ini, berakibat hubungan silaturrahmi mulai merenggang dengan tanah
leluhurnya. Apalagi jika orang Minang tersebut sudah lama di perantauan
dan sudah mempunyai keturunan pula. Tak pelak lagi hubungan kekerabatan
dengan dunsanak yang ada di kampung kian renggang dan tali silaturahmi
kian jauh. Namun, rasa kerinduan yang begitu dalam terhadap tanah leluhur
Ranah Minang tidak akan pernah pupus dalam sanubari mereka. Oleh karena
itu, perlu dilakukan usaha-usaha untuk memperkenalkan kembali keelokan
ranah Minang, adat istiadat, potensi-potensi ekonomi dan wisata yang ada
di ranah Minang melalui berbagai bentuk, dan salah satunya adalah media
massa.
Dalam situasi global dewasa ini, media masa memegang peranan penting dalam
memberikan nilai lebih terhadap informasi yang terjadi di masyarakat.
Orang Minang yang ada di ranah dan di rantau selayaknyalah mempunyai media
yang mampu menjembatani komunikasi dan informasi secara timbal balik.
Dalam pada itu, informasi antara ranah dan rantau perlu dibangun sebaik
mungkin, sehingga keajegan sebuah berita dan informasi dapat terjaga dengan
baik dan kontinuitas.
Berpijak kepada keinginan tersebut, majalah titiankaba
ini lahir untuk memberikan sebuah alternatif media silaturrahmi antara
orang Minang yang ada di ranah dan di rantau secara timbal balik. Bukan
itu saja, media ini juga dapat dijadikan jendela informasi bagi orang
yang bukan berasal dari etnis Minangkabau, tetapi mempunyai keingantahuan
tentang Ranah Minang baik mengenai budaya maupun berbagai potensi yang
ada di Minangkabau.
|
|